Madrasah Aliyah Negri Temanggung mengadakan acara spiritual and character building pada Rabu, 7 Februari 2024, dengan tema “Menanamkan Hikmah Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw untuk Pelajar Berakhlakul Karimah.” Acara ini dibawakan oleh Gus Muhammad Nur Amin yang bertujuan untuk menginspirasi para pelajar dalam memperkokoh akhlak yang mulia dengan membawakan pesan-pesan dari wali songo yang disusun dalam 11 fase kehidupan manusia dalam falsafah Jawa.

WES TEKAN NGENDI URIPE AWAKE DHEWE?

1. Maskumambang

Simbol fase ruh/kandungan di mana kita masih “mengapung” atau “kumambang” di alam ruh dan kemudian di dalam kandungan yang gelap.

2. Mijil

Mijil artinya keluar. Ini adalah fase bayi, dimana kita mulai mengenal kehidupan dunia. Kita belajar bertahan di alam baru.

3. Sinom

Sinom adalah masa muda, masa dimana kita tumbuh berkembang mengenal hal2 baru.

4. Kinanthi

Ini adalah masa pencarian jati diri, pencarian cita2 dan makna diri.

5. Asmaradhana

Fase paling dinamik dan ber-api2 dalam pencarian cinta dan teman hidup.

6. Gambuh

Fase dimulainya kehidupan keluarga dengan ikatan pernikahan suci (gambuh). Menyatukan visi dan cinta kasih

7. Dhandang Gula

Ini adalah fase puncak kesuksesan secara fisik dan materi (dhandang = bejana). Namun selain kenikmatan gula (manisnya) hidup, semestinya diimbangi pula dengan kenikmatan rohani dan spiritual.

8. Durma

Fase dimana kehidupan harus lebih banyak didermakan untuk orang lain, bukan mencari kenikmatan hidup lagi (gula). Ini adalah fase bertindak sosial.

9. Pangkur

Ini adalah fase uzlah (pangkur-menghindar), fase menyepi, fase mendekatkan diri kepada Gusti Allah. Menjauhkan diri dari gemerlapnya hidup.

10. Megatruh

Ini fase penutup kehidupan dunia, dimana Ruh (Roh) meninggalkan badan (megat: memisahkan). Fase awal dari perjalanan menuju keabadian.

11. Pucung

Fase kembali kepada Allah, Sang Murbeng Dumadi, Sangkan Paraning Dumadi. Diawali menjadi pocung (jenazah), ditanya seperti lagu pocung yang berisi pertanyaan. Fase menuju kebahagiaan sejati, bertemu dengan yang Mahasuci.

Panjenengan di tahap mana?

Wong jawa aja ilang Jawane.

siswa siswi.

Dalam acara tersebut, siswa-siswi diajak untuk merenungkan dan menginternalisasi nilai-nilai kehidupan yang tercermin dalam 11 fase kehidupan manusia dalam falsafah Jawa. Mulai dari fase maskumambang hingga fase pucung, setiap fase diinterpretasikan sebagai bagian penting dalam perjalanan spiritual dan karakter manusia.

Acara ini diharapkan dapat menjadi momen refleksi bagi para pelajar untuk mengetahui di fase kehidupan mana mereka berada saat ini, serta menginspirasi mereka untuk terus berusaha dalam meningkatkan akhlakul karimah dan menjalani kehidupan dengan penuh hikmah.

Gus Muhammad Nur Amin berkata: “Nek iseh kinanthi ojo kesusu asmaradhana, ngko nek wes nemu jati diri, lhaa gek asmaradhana.”

Semoga dengan adanya acara ini menjadi langkah awal dalam menjadikan Madrasah Aliyah Negri Temanggung sebagai tempat yang membangun karakter dan spiritualitas yang kokoh bagi para pelajar.
Sampai jumpa di SPIRITUAL AND CHARACTER BUILDING selanjutnya….