Perpustakaan Gibraltar: KULINTANG
Untuk meningkatkan kemampuan menulis dan berpikir kritis siswa, Perpustakaan Gibraltar MAN Temanggung mengadakan pelatihan menulis esai yang bertempat di Ruang Pertemuan MAN Temanggung. Acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu, (20/06/2026).
Acara ini dimulai pada pukul 08.00 WIB yang diawali dengan pembukaan oleh Tegar dan Jihan selaku pembawa acara. Kemudian lanjutkan dengan sambutan-sambutan, untuk sambutan yang pertama adalah sambutan dari Agnes Ariningtyas M.Pd. selaku Kepala Perpustakaan Gibraltar MAN Temanggung, kemudian dilanjutkan oleh K.H. Ali Masyhar S. Ag., M. Si., selaku Kepala MAN Temanggung, dan yang terakhir adalah sambutan dari Nur Mukharomah selaku Ketua Panitia.
Memasuki acara inti, yaitu penjelasan materi yang akan diuraikan oleh H. Hendro Risbiyantoro M.S selaku narasumber pada acara hari ini. Dalam pelatihan ini, para peserta akan belajar bersama bagaimana cara menulis esai yang baik dan benar. Para peserta yang meliputi anggota KULINTANG dan beberapa siswa-siswi kelas 10 dan 11 begitu antusias untuk mendapatkan ilmu dari narasumber.
Pertama-tama beliau menjelaskan mengenai seberapa pentingnya menulis. Beliau memaparkan dalam kutipannya, “Menulis bukan sekadar aktivitas menuangkan katakata ke dalam bentuk tulisan, melainkan proses intelektual yang berperan penting dalam
pengembangan ilmu pengetahuan, pelestarian
peradaban, peningkatan kualitas diri, serta penyebaran manfaat bagi masyarakat. Oleh karena
itu, budaya menulis perlu ditanamkan dan dikembangkan sejak dini.”
Seperti yang beliau sampaikan, menulis sangatlah penting. Karena dengan satu tulisan dapat menciptakan sejuta perubahan. Hal tersebut sudah dibuktikan oleh Hendro dengan pengalaman hidup beliau yang berhasil mendapatkan beasiswa kuliah ke luar negeri berkat tulisannya.
Maka pada sesi selanjutnya, Hendro membagikan informasi mengenai karya tulis ilmiah dan esai yang sangat perlu dipelajari untuk bekal dalam dunia perkuliahan dan dunia kerja. Beliau menjelaskan apa itu karya tulis ilmiah dan esai, apa saja perbedaan yang mendasar dari keduanya. Beliau juga memaparkan berbagai jenis esai dan apa saja struktur dari esai.
Peserta juga diajarkan dengan langsung mempraktekkan membuat esai sederhana. Pertama, peserta diminta untuk memilih topik yang akan ditulis, lalu dikembangkan menjadi kalimat utama, yang kemudian dari kalimat utama tersebut akan dipaparkan lebih rinci dengan menuliskan kalimat pendukung. Jika dasar dari menulis esai sudah peserta kuasai, mereka hanya perlu melanjutkannya hingga membentuk esai yang lengkap. Beliau juga membagaikan langkah-langkah membuat esai yang memudahkan peserta dalam menulis.
Selain berbagai ilmu mengenai penulisan esai, Hendro juga berbagi pengalaman ketika beliau berkuliah di luar negeri. Dengan tujuan memotivasi peserta agar lebih giat dalam mencari ilmu dan semangat mengejar impian mereka.
Acara selesai pada pukul 15.00 WIB, yang ditutup dengan doa dan sesi foto bersama. Diharapkan dengan diadakannya acara pelatihan ini, peserta menjadi lebih semangat untuk menulis, menuntut ilmu, dan mengejar cita-cita mereka.