Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-3, Universitas Balakarta mengadakan kegiatan bertema “Dalam Desa: Membangun dan Menumbuhkan” di Sanggar Belajar Balakarta, Temanggung. Kegiatan ini menjadi wadah refleksi sekaligus ruang diskusi bagi remaja, mahasiswa, dan masyarakat untuk membahas mengenai bagaimana suatu langkah yang besar pun dapat dimulai dari hal kecil, yang dalam kasus ini adalah sebuah pergerakan kecil yang berasal dari desa. Acara ini berlangsung pada hari Sabtu, [13/06/26]

Acara dimulai pada pukul 09.30 WIB dengan penerimaan tamu yang disambut oleh panitia. Selanjutnya, kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Balakarta, yaitu Khoirul Atfifudin, sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan dan perkembangan Universitas Balakarta selama tiga tahun terakhir. Momen pembukaan ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan yang penuh dengan pembelajaran, refleksi, dan kebersamaan.

Pada sesi utama, peserta mengikuti talkshow bertajuk “Dalam Desa: Membangun dan Menumbuhkan” yang disampaikan oleh Pak Singgih dengan didampingi Sovia. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya peran masyarakat, pendidikan, dan kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang mampu tumbuh bersama. Berbagai gagasan dan pengalaman dibagikan untuk memberikan inspirasi kepada peserta mengenai kontribusi nyata yang dapat dilakukan di lingkungan masing-masing. Seperti Pak Singgih yang ternyata merupakan sosok dibalik pendiri pasar Papringan di Temanggung, yang sekarang sudah memiliki ciri khasnya sendiri dengan bambu.

Dalam kesempatan tersebut, Sovia juga menyampaikan salah satu gagasan yang sering dilekatkan pada penelitiannya mengenai pentingnya pembangunan berbasis desa. Ia mengatakan, “Masa depan Indonesia tidak harus hanya dari kota-kota besar, melainkan dapat dibangun dari desa yang penuh lestari dan budaya.” Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa desa memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan yang mampu menjaga nilai-nilai budaya sekaligus menciptakan masa depan yang berkelanjutan.

Setelah talkshow, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Pada sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, bertukar pandangan, serta menggali lebih dalam materi yang telah disampaikan. Diskusi berlangsung secara interaktif sehingga tercipta suasana yang hangat dan mendorong partisipasi aktif dari seluruh peserta.

Memasuki waktu siang, peserta mengikuti ISAMA (Istirahat, Shalat, dan Makan) sebagai kesempatan untuk beristirahat sekaligus mempererat hubungan antarpeserta. Setelah itu, suasana kegiatan menjadi lebih santai dan meriah melalui sesi Roasting Balakarta yang dipandu oleh panitia. Sesi ini menghadirkan hiburan sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dalam keluarga Universitas Balakarta.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film dokumenter yang dipersembahkan oleh MMTC. Melalui tayangan tersebut, peserta diajak melihat bagaimana proses berkembangnya Universitas Balakarta sehingga dapat bertahan selama 3 tahun terakhir. Prosesnya tidaklah mudah, Universitas Balakarta menghadapi berbagai rintangan dan cobaan dalam membuat sanggar belajar. Dengan diputarnya film dokumenter ini, peserta menjadi lebih mengenal akan Universitas Balakarta itu sendiri serta melihat perjuangan bagaimana bisa Universitas ini bisa terbangun.

Menjelang akhir acara, peserta mengikuti sesi penyampaian pesan dan harapan sekaligus review pesan dan harapan tahun lalu. Kegiatan ini menjadi momen reflektif yang memperkuat komitmen bersama untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan Dies Natalis #3 Universitas Balakarta ini, diharapkan seluruh peserta dapat memperoleh wawasan baru, mempererat hubungan antarsesama, serta menumbuhkan semangat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Dengan semangat “Dalam Desa: Membangun dan Menumbuhkan”, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang aktif, peduli, dan berdaya guna bagi masa depan yang lebih baik.