KULINTANG— MAN Temanggung
Dalam rangka untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat dan membuktikan bahwa membaca serta menulis dapat meningkatkan kualitas hidup, FTBM disponsori oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, mengadakan sebuah seminar yang dilaksanakan selama 2 bulan, 24 kota mulai dari tanggal 1 Juli 2026 hingga 25 Agustus 2026, dan salah satu kota yang diadakan yakni di Temanggung yang dilaksanakan pada hari kamis (16/07/2026).

“Dalam menulis itu, harus dipahami menulis adalah kerja-kerja intelektual, bukan kerja melamun. Itu camkan itu dulu tuh” kutipan tersebut berasal dari sastrawan legenda di Indonesia oleh Heri Hendrayana Harris, atau lebih dikenal sebagai Gol A Gong pada acara Literasi Safari di Sasana Bhakti Pustaka, Dinpusip Temanggung pada hari kamis pukul 09:35 WIB, (16/07/2026).

Acara ini diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas). Yang dilaksanakan di Temanggung bekerja sama dengan KSS3G dan FTBM.
Gol A Gong selain dikenal sebagai Sastrawan Inspiratif di dunia literasi, juga Beliau adalah author dari Novel terkenal Balada Si Roy yang pertama kali diterbitkan pada 1989, dan mendapat adaptasi film layar lebar pada tahun 2022.

Gol A Gong bukanlah sosok yang tiba-tiba menjadi besar namun kisahnya diawali pada saat Beliau masih kelas 5 SD, yang mana karena suatu kecelakaan yang dialami Beliau membuat tangan kiri Beliau diamputasi, namun hal tersebut tak membuat Beliau merasa sedih pada saat itu, justru beliau bertanya apakah tangannya akan tumbuh kepada sang Ayah, Ayah dari Beliau menjawab tangannya akan bisa tumbuh apabila Beliau mau berlari setiap pagi, dan mau membaca buku. Gol A Gong yang masih kecil menuruti apa kata sang Ayah, setiap pagi saat Shubuh Beliau selalu berlari mengitari kompleks perumahan hal tersebut terus Beliau lakukan hingga dewasa.

Saat menginjak bangku SMA, Beliau belajar untuk membaca karakter setiap orang yang ada di kelas, dan bisa dibilang Beliau juga adalah seseorang yang jarang dilirik oleh lingkungan sekitarnya, namun pada suatu hari pada saat Guru bertanya adakah siswa bisa bermain Sepak Bola banyak siswa mengangkat tangan, hingga pada saat bertanya ada yang bisa Badminton tidak ada yang mengangkat tangan kecuali Beliau, dan saat diikutkan lomba Badminton, Beliau berhasil meraih juara 2. Semenjak itu namanya dan kehadiranya mulai dikenal oleh siswa-siswa di sekolah dan bahkan sempat mendapatkan respect dari teman sekelasnya, yang pada saat diceritakan pada Ibunya, Ibunya mengatakan bahwa tangannya sudah mulai tumbuh, pada saat itu Gol A Gong masih belum paham apa yang dimaksud dengan ibunya.

Sebelum dikenal sebagai penulis Gol A Gong, Beliau juga adalah seorang atlet bulutangkis penyandang disabilitas. Beliau pernah mewakili Indonesia di Jepang pada kejuaraan Paralympic Asia Pasifik pada tahun 1985, dan sukses meraih 5 medali emas. di titik ini Gol A Gong menyadari bahwa inilah yang dimaksud dengan tangannya yang memanjang yakni dimana walau dengan keterbatasan yang Beliau miliki tetapi Beliau dapat menjangkau ke titik-titik yang semua orang yang belum pasti mampu diawali dengan bagaimana Beliau diakui seluruh sekolah hingga sekarang yang menjadi Duta Baca Indonesia dinobatkan oleh Perpusnas, tangan Beliau telah memanjang hingga ke seluruh Negeri menginspirasi pembaca.

Dalam perjalanannya menulis buku Beliau selalu menerapkan 5W 1H, dimana Beliau menuturkan dengan 5W 1H dapat menaklukkan dunia, Beliau menceritakan bahwa saat bertemu dengan pemuda-pemuda dari suku Batak yang menguasai ilmu santet dan ilmu pelet dengan menggunakan jimat yang digulung memakai surah-surah pada kertas, Beliau mengatakan pada pemuda-pemuda tersebut, bahwa Beliau memiliki jimat yang bahkan lebih sakti yakni 5W 1H, kenapa lebih sakti? karena dengan 5W 1H dapat mempertajam nalar kritis seseorang.

Gol A Gong, menjelaskan terdapat 3 tahapan dalam menulis, yakni pertama, persiapan menulis, kedua menulis, dan ketiga memperbaikinya. juga mengajari bagaimana cara membuat fiksi mini yang dimana syaratnya ada 4, yakni, pertama satu lokasi, kedua satu waktu, twist ending, keempat memiliki 250-500 kata. Gol A Gong juga menjelaskan bagaimana cara untuk menginspirasi seseorang. yang dapat dimulai dari menjadi sosok inspiratif di rumah, dan kemudian bisa mulai pada lingkup yang lebih besar lagi, dan menjadi sosok yang inspiratif juga harus kuat secara mental karena pastinya akan ada orang yang akan menghujat dan tidak suka baik, namun justru dari situlah tanda seseorang telah menjadi sosok yang inspiratif bagi orang lain.

Semoga artikel ini dapat menginspirasi pembaca melalui kisah Gol A Gong, sekaligus meningkatkan semangat pembaca untuk menuntut ilmu maupun dalam menjadi sosok yang inspiratif seperti Gol A Gong, dan dapat bermanfaat baik dalam waktu dekat, atau pada masa yang akan mendatang.