MAN Temanggung —KULINTANG

Guna meningkatkan rasa percaya diri dan meningkatkan identitas profesional, Komunitas Literasi MAN Temanggung (KULINTANG) berkesempatan untuk mengadakan Pelatihan Personal Branding yang disampaikan oleh M. Roisul Ashdaq Al-Arif di Perpustakaan Gibraltar MAN Temanggung pada hari Sabtu, (31/01/2026).

Kegiatan ini dimulai pada pukul 08.00 pagi dan diikuti oleh seluruh anggota KULINTANG. Nayla Dzihnii Aarifah dan Dika Bagus Andrean berkesempatan untuk menjadi pembawa acara pada kegiatan kali ini. Mereka membuka acara dengan bacaan Ummul Kitab dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

Sebelum memasuki pemabahasan inti, Ashdaq bercerita tentang seorang artis TikTok sebagai contoh awal dari pembahasan personal branding. Beliau juga menceritakan pengalaman pribadinya yang sebelum dikenal sebagai sosok yang pandai berbicara, dahulu orang-orang mengenalnya sebagai anak remaja yang nakal. Untuk menambah semangat audience, Ashdaq mengajak audince untuk melakukan ice breaking singkat.

Memasuki pembahasan utama, Ashdaq menyampaikan bahwa personal branding itu penting. Personal branding membantu kita untuk lebih memahami skill dan passion yang dibutuhkan untuk karier kita di masa depan. Beliau menyampaikan, bahwa kita tidak boleh merasa insecure karena setiap orang memiliki kelebihannya masing-masing.

“Setiap orang pasti memiliki kemampuannya sendiri dan tiadapun dari kita bisa menjelek-jelekkan kemampuan orang lain, jadi kita harus respek dengan orang lain. ”

Ashdaq juga menjelaskan berbagai macam kecerdasan yang ada pada manusia yang biasa dikenal dengan Multiple Intelligence. Beliau juga menjelaskan tentang empat macam kepribadian dasar yang disebut dengan Sanguinis (si ceria), Koleris (si pemimpin), Melankolis (si perfeksionis), dan Plegmatis (si cinta damai). Dengan memahami kecerdasan dan kepribadian kita, itu dapat membantu dalam membangun personal branding yang baik.

Tak hanya dengan teori, Ashdaq juga berbagi ilmu dengan permainan-permainan yang menyenangkan. Audience dibagi menjadi dua kelompok, dan duduk berpasangan membentuk lingkaran, kita diajak untuk menggambar bergantian. Dari permainan tersebut kita belajar untuk bisa menerima diri sendiri, kita dapat memahami diri dari sudut pandang orang lain, dan kita menjadi tahu keahlian orang lain itu berbeda-beda.

Di sesi terakhir, audience diajak untuk bermain menyusun barang menggunakan barang apa saja yang kita miliki. Dengan permainan tersebut kita menjadi belajar, bahwa personal branding butuh rasa fokus, ketenangan, dan butuh pondasi yang kokoh.

Harapan diadakannya kegiatan ini, para audience dapat memahami kemampuan, kecerdasan, dan potensi mereka agar mereka dapat lebih siap untuk karier di masa depan.