KULINTANG — MAN Temanggung
Guna memperingati Hari Pendidikan Nasional, serta menambah semangat para siswa(i) Madrasah. MAN Temanggung kini menggelar Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional yang digelar di halaman Madrasah pada pukul 07.47 (02/05/2026)

Acara diawali dengan sangat teratur. Dimulai dari pengaturan pleton hingga pengibaran bendera, namun yang berbeda dari upacara sebelumnya ialah barisan siswa yang kini berada di pleton depan. Hal ini bertujuan agar tidak hanya siswi saja yang tertip, namun juga untuk siswa.

Upacara peringatan kemudian dilanjutkan dengan amanat dari pembina upacara. Yakni H. Ali Masyar S.Ag M.SI selaku Kepala MAN Temanggung. Dalam amanatnya, beliau berkata jika pendidikan yang layak akan membuat masa depan menjadi sukses.

“Rajin belajar, semuanya dimulai dari pendidikan, jika pendidikan kita sudah layak. Maka kita bisa menjadi orang sukses.”

Tidak hanya itu, beliau juga turut menceritakan tentang Pahlawan Nasional Indonesia, yakni Ki Hajar Dewantara, yang rela diasingkan di pulau Bangka, hanya untuk memajukan pendidikan Indonesia di masa itu.

Beliau turut menambahkan tentang pentingnya pendidikan dalam kehidupan sehari-hari, bahwa pendidikan adalah sebuah pondasi dari sebuah kehidupan, kisah Kaisar Hirohito turut hadir untuk memberi pandangan kepada siswa(I) MAN Temanggung tentang pentingnya sebuah pendidikan yang layak, dan pendidikan yang layak, berasal dari guru yang mengajar.

“Saat Kota Hiroshima di bom, Kaisar Hirohito tidak menanyakan mengenai jumlah pejabat yang selamat. Melainkan jumlah guru yang selamat. Karena Kaisar Hirohito tau, bahwa guru adalah sebuah pondasi untuk negara yang maju dan sukses,” Ucap H. Ali Masyar didalam pidato dan amanatnya.

Siswa(I) MAN Temanggung kemudian mengerti mengenai betapa besarnya peran seorang guru, yang memberi pendidikan kepada para siswa(I) nya, agar dapat menjadi orang yang sukses dimasa depan.

Namun sebelum upacara diakhiri, terjadi pembagian juara kepada para pemenang lomba, yakni lomba Film Pendek, Cerpen dan juga baca Puisi. Tidak hanya itu. Terdapat pula penghargaan kepada Badminton putra dan putri karena telah mendapat juara dalam perlombaan yang telah mereka ikuti.

Kemudian Upacara diakhiri dengan tepuk tangan dan sorakan bangga dari Siswa(I) yang senang akibat teman mereka telah memenangkan lomba.

Dari upacara ini, saya sebagai penulis berharap agar pendidikan serta guru mendapat perhatian lebih layak dari sebelumnya. Karena Guru dan pendidikan merupakan pondasi dari seseorang dan juga masa depan suatu bangsa.