Puisi adalah salah satu ragam karya sastra yang bahasanya terikat irama, rima ataupun bait. Melalui puisi kita dapat menuangkan perasaan dan pikiran sekaligus melatih kemampuan berbicara. Maka dari itu Komunitas Literasi MAN Temanggung (KULINTANG) mengadakan kegiatan pelatihan puisi dengan tema ‘Bersuara Melalui Goresan Kata’ pada Rabu, [30/07/2025]
Kegiatan ini di mulai pada pukul 08.00 pagi, di awali dengan pembukaan oleh Rameyza dan Fatchul selaku pembawa acara. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari Kepala Perpustakaan Gibraltar MAN Temanggung yaitu Agnes Ariningtyas M.Pd., serta Aurelia Salma Maulida selaku Ketua Panitia.
“Salah Satu tupoksi Indonesia Emas 2045 adalah dengan mencetak generasi literat Indonesia, maka dari itu melalui kegiatan ini diharapkan dapat ikut serta sebagai acuan untuk menciptakan generasi yang berkomunikasi efektif dan berjiwa literat” terang Aurel.
Ini menjadi garis besar bahwa literasi bukan hanya sekedar baca dan tulis, namun juga eksplorasi dunia sastra.
Setelah itu, acara inti pun dimulai. Bersama dengan Evi Idawati, seorang sastrawan dari Yogyakarta, para peserta yakni anggota KULINTANG dan beberapa siswa-siswi terpilih kelas 10 dan 11, belajar bersama bagaimana membaca dan menulis puisi yang baik dan benar. Antusiasme menggema selama berjalannya kegiatan.
Pertama-tama Evi meminta para peserta untuk menuliskan satu kata yang terpikirkan dibenak mereka sejak bangun hingga saat ini. Setelah itu, para peserta membacakan kata yang mereka tulis satu persatu. Dari satu kata itu, dapat berubah menjadi satu kesatuan bait yang padu.
“Pertama tulislah satu kata, lalu beri kata kerja dan subjek. Kunci dari puisi adalah berani memadukan kata, inilah yang disebut dengan Permainan Bahasa. Contohnya seperti, menerkam semangat, atau memakan kesedihan,” ucap beliau.
Beliau juga menjelaskan, dalam membuat puisi, ada beberapa level. Tumbuh-tumbuhan adalah level selanjutnya. Maksud dari tumbuhan-tumbuhan adalah mengembangkan atau menumbuhkan suatu kalimat. Ini akan membuat puisi kita menjadi lebih mendayu dan menaikan nilai filosofisnya.
Lalu level selanjutnya dari tumbuhan-tumbuhan adalah kebinatangan. Kebinatangan memiliki arti kemarahan dan kebengisan. Kebinatangan ini dapat kita buat dengan memilih salah satu kata dan mencari sinonimnya.
Tidak hanya menerangkan dengan teori, Evi membimbing para peserta langsung dengan prakteknya. Setelah mempelajari cara menulis puisi yang baik, selanjutnya Evi membimbing para peserta untuk membaca puisi dengan benar.
“Puisi itu memakai dua bahasa, yaitu bahasa kata dan bahasa tubuh.”
Evi memberikan teknik dasar sebelum para peserta membacakan puisi yang mereka buat sebelumnya. Ada teknik vokal dan teknik gerakan.
Usai serangkaian kegiatan, pelatihan ditutup dengan sesi ice breaking juga foto bersama. Banyak hal yang dapat para peserta dapatkan dari pelatihan Membaca dan Menulis Puisi ini, termasuk juga dengan pengalaman. Diharapkan dengan diadakannya acara ini, dapat meningkatkan minat para siswa terhadap puisi.