KULINTANG — MAN TEMANGGUNG

 

Public speaking merupakan kemampuan dasar yang sangat penting untuk menyampaikan ide, gagasan, serta informasi di depan umum secara jelas, terstruktur, dan meyakinkan. Keterampilan ini tidak sekadar berbicara dengan suara keras, melainkan bagaimana merangkai kata agar isi kepala dapat dipahami dan berdampak positif bagi para pendengarnya. Semangat untuk mengasah kemampuan inilah yang melatarbelakangi terselenggaranya acara pelatihan public speaking [24/10/26]

 

Berlokasi di Ruang Multimedia dan Ruang Referensi Perpustakaan Gibraltar MAN Temanggung, kegiatan ini dimulai dari pagi hingga siang hari. Acara dibuka dengan penuh semangat oleh dua pemandu acara, yakni Audina dan Rangga, yang langsung menarik perhatian seluruh peserta. Setelah itu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Ibu Agnes Ariningtyas, M.Pd., selaku Kepala Perpustakaan Gibraltar MAN Temanggung.

 

Pelatihan ini diikuti dengan antusias oleh para anggota Kulintang serta perwakilan Duta MAN Temanggung, yang meliputi Duta Umum, Duta Lingkungan, dan Duta Teknologi. Sesi inti kemudian dipandu oleh narasumber yang luar biasa, yaitu Kak Muhammad Roisul Ashdaq Al Arif, M.Pd.

 

Sebelum masuk ke materi utama, audiens diajak mengikuti sesi perkenalan secara unik, menarik dan tidak membosankan, sekaligus ampuh untuk mencairkan suasana dan melatih kefokusan.

Selama sesi materi berlangsung, audiens tidak hanya mendengarkan teori tetapi langsung diajak untuk praktik public speaking secara langsung. Para audiens dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengubah sebuah cerita legenda menjadi sudut pandang imajinasi kreatif dari masing-masing anggota kelompok. Setelahnya, setiap kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil karya imajinatif tersebut di hadapan audiens lainnya dengan penuh percaya diri.

 

Penyampaian materi oleh kak Ashdaq sama sekali jauh dari kesan kaku atau membosankan karena diselingi berbagai game seru di tengah-tengah acara. Permainan tersebut berhasil menjaga fokus peserta, memperkuat kerja sama tim, serta mengusir rasa kantuk ketika materi disampaikan.

 

Di samping itu, peserta juga diajak untuk aktif berpendapat secara menyeluruh, di mana setiap individu tentu memiliki sudut pandang yang berbeda-beda namun tetap dihargai dengan baik meskipun ada pro dan kontra.

 

“Ulama terdahulu mengatakan bahwa undzur maqola wa la tandzur manqola, lihatlah apa yang disampaikan bukan siapa yang menyampaikan. Tapi untuk di era saat ini, apa yang disampaikan dan siapa yang disampaikan itu penting semua, karena penampilan dalam kita berinteraksi mempengaruhi audiens dalam fokus memperhatikan. Maka dari itu kita akan sama sama pelajari tentang gestur dan intonasi serta penampilan yang menarik perhatian audiens”

Pesan tersebut disampaikan oleh kak Ashdaq yang menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh audiens yang hadir di ruangan.

 

Sesi pelatihan ini berhasil membuka mata bahwa panggung bukan tempat yang menakutkan, melainkan sarana terbaik untuk melatih mental dan menyampaikan isi pikiran. Rasa gugup perlahan digantikan oleh keberanian untuk mencoba berdiri dan berbicara di depan banyak orang.

 

Menjelang penghujung pelatihan ini, suasana kebersamaan semakin terasa kental di antara seluruh audiens dan narasumber. Rangkaian kegiatan yang padat ditutup dengan sesi dokumentasi bersama, di mana senyum sumringah terpancar dari wajah para anggota Kulintang dan para duta madrasah sebagai simbol suksesnya acara tersebut.

 

Pengalaman berharga selama seharian penuh ini membuktikan bahwa keterampilan berbicara di depan umum bukanlah bakat bawaan sejak lahir, melainkan keahlian yang bisa dilatih dan diasah melalui latihan konsisten serta mental yang gigih. Melalui bimbingan kak Ashdaq, para peserta pulang dengan membawa bekal ilmu baru yang aplikatif dan membakar semangat mereka untuk terus berkarya.

 

Besar harapan dari terselenggarakannya pelatihan public speaking bertema “Merangkai Kata: Mengubah satu suara menjadi sejuta makna” ini, seluruh peserta dapat terus mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari maupun organisasi. Semoga para anggota Kulintang dan para duta madrasah semakin percaya diri, mampu menjadi inspirator bagi sesama, dan terus menorehkan prestasi gemilang di masa depan.