KULINTANG — MAN TEMANGGUNG
MAN Temanggung memperingati Bulan Bahasa dengan menggelar apel sebagai pembuka rangkaian kegiatan bulan bahasa. Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap bahasa Indonesia sekaligus upaya menumbuhkan semangat literasi, kecintaan terhadap bahasa, dan apresiasi terhadap keberagaman bahasa serta sastra di kalangan peserta didik, terlaksana pada hari Rabu, [21/10/2026]
Bertindak sebagai pembina apel, kepala madrasah, K.H Ali Masyhar, S.Ag., M.Si., menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya partisipasi seluruh siswa dalam setiap kegiatan Bulan Bahasa. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya milik para peserta lomba, tetapi juga seluruh warga sekolah.
Dalam pidatonya beliau menyampaikan, “Saya minta kepada seluruh siswa untuk bisa mengikuti dengan baik. Baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung. Baik yang lomba, maupun yang menjadi supporter lombanya. Semuanya terlibat, tidak boleh ada yang tidak terlibat. Silakan diikuti dengan baik, dengan bahagia, dengan riang gembira, dan tetap melaksanakan, menjaga nilai-nilai etika dalam berjalan, dalam berlomba, dalam beragama,” ujar Bapak K.H Ali Mahsyar, S.Ag., M.Si., dalam sambutan pembukaannya.
Amanat tersebut disambut antusias oleh para siswa. Mereka tampak bersemangat menyambut rangkaian kegiatan Bulan Bahasa yang akan diisi dengan berbagai perlombaan, pentas seni, hingga puncak semarak Bulan Bahasa yang akan dilaksanakan pada rangkaian acara dihari berikutnya. Kepala madrasah juga berpesan agar seluruh siswa tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga menjunjung tinggi sportivitas, saling menghargai, dan menjaga akhlak selama mengikuti seluruh kegiatan. Nilai-nilai etika dalam berjalan, berlomba, dan beragama menjadi pesan utama yang beliau sampaikan agar Bulan Bahasa tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan juga sarana pembentukan karakter.
Dimulainya sesi pertama, yaitu babak penyisihan. Sesi ini merupakan penyisihan yang diikuti oleh seluruh peserta lomba dari kelas 10, 11 dan 12. Pada tahap ini, peserta menunjukkan kemampuan dasar sesuai bidang lomba masing-masing. Seperti penampilan monolog, karya ilmiah, poster digital, film pendek lainnya untuk dinilai oleh dewan juri yang sedang bertugas. Babak ini berfungsi sebagai penyaring awal, hanya peserta dengan nilai terbaik yang berhak melaju ke sesi berikutnya.
Sesi kedua merupakan babak semifinal yang pesertanya diambil berdasarkan hasil seleksi sesi pertama. Peserta yang lolos dari babak penyisihan kembali tampil dengan materi atau tantangan yang lebih kompleks untuk menentukan siapa yang berhak maju ke babak puncak atau yang biasa disebut sebagai finalis. Pada tahap ini, penilaian juri semakin menekankan kualitas penampilan, penguasaan materi, kreativitas, serta sikap dan etika peserta di atas panggung. Dari sesi ini pula akan diperoleh daftar peserta yang masuk babak final.
Melalui kegiatan Bulan Bahasa ini, para peserta dan murid-murid diharapkan bahwa Bulan Bahasa adalah sebagai peningkatan kemampuan literasi mulai dari monolog, hingga cipta baca puisi, untuk melatih kemampuan berbahasa Indonesia, dan untuk menuangkan gagasan yang telah dipikirkan dan telah dibuat untuk pola pikir yang lebih kreatif. Dengan lomba hafalan seperti Khitobah untuk mengajar tentang bahasa Arab. Serta seraya dengan karya digital seperti karya ilmiah dan poster digital untul meningkatkan kreativitas, daya imajinasi dan menguasai teknologi. Mengingat juga dengan lomba spelling bee untuk mendalami speaking skill dalam Bahasa Inggris.