MAN TEMANGGUNG-KULINTANG
Man Temanggung mempersiapkan pemimpin-pemimpin baru melalui Latihan Dasar Kepemimpinan yang akan di dikuti oleh MPK, OSIS, PASTONTI, PMR, Dewan Ambalan, dan Majlis Ta’lim. Dilihat dari pengering, LDK adalah sebuah latihan dasar kepemimpinan yang bertujuan untuk melatih keterampilan kepemimpinan, mengambil keputusan yang cepat, berani dalam segala tantangan yang akan dihadapi, dan akan menjadi contoh bagi anggota anggotanya bagi siswa siswi MAN Temanggung. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Madrasah pada hari Jumat, [18/9/2026] hingga hari Sabtu [19/9/2026]
Kegiatan ini dimulai pada hari Jumat tepatnya setelah sholat Jum’at pada pukul 13:00. Semua peserta LDK berkumpul di lapangan di depan Gedung SBSN. Semua organisasi ikut serta dalam kegiatan ini mulai dari MPK yang bertugas mengawasi, memantau, dan mengevaluasi kinerja OSIS selama masa jabatannya. OSIS yang menyusun dan melaksanakan program kerja kesiswaan serta menjadi penghubung antara siswa dan pihak sekolah. PASTONTI untuk pelatihan kedisiplinan, kepemimpinan, serta keterampilan baris-berbaris. PMR yang bertugas memberikan pertolongan pertama kepada peserta yang sakit atau mengalami cedera ringan. Dewan Ambalan yang bertugas merancang, mengelola, dan mengevaluasi seluruh program kegiatan kepramukaan bagi pramuka penegak di tingkat gugus depan. Dan Majelis Ta’lim yang memiliki tugas mempelajari, memahami, dan mengamalkan ajaran agama Islam guna meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Kegiatan dimulai dengan pembukaan dipimpin oleh K.H Ali Mahsyar S.Ag. M.Si., yang dalam pembukaannya beliau menyampaikan, “Pemimpin itu harus menjadi contoh bagi para siswa siswi disini, pemimpin harus bisa menginspirasi agar lebih semangat dalam menghadapi suatu masalah, pemimpin harus bisa memotivasi dan juga bisa menjadi Pelayan,” ucapnya. Maksud dari menjadi pelayan di sini yaitu bisa mengutamakan kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat, seperti gelar di kota Arab yaitu Khadimul Haramain Asy-Syarifain yang artinya “Pelayan dua tanah suci” (Makkah dan Madinah).
Dilanjutkan dengan pengecekan anggota-anggota organisasi, semua peserta berbaris rapi setelah ditegaskan. Pada jam 15:00 para anggota organisasi melaksanakan sholat ashar berjamaah di Masjid Al Ikhlas. Setelah semua anggota organisasi diarahkan ke GSG ( Gedung Serba Guna ) mereka menerima sosialisasi yang akan disampaikan. Sosialisasi yang pertama yaitu tentang “Kepala penuh, hati capek.” Yang akan disampaikan oleh narasumber. Berfokus pada edukasi manajemen stress dan mental health untuk siswa. Beliau tidak langsung menyampaikan materinya tapi dengan menyampaikan pertanyaan, bahwa siapa saja yang tahu apa itu stress ? Ini merupakan salah satu sifat yang harus pemimpin miliki karena berisi keberanian, berpikir kritis dan bisa mengutarakan isi pikiran. Salah seorang murid bernama Cellovelga Rajwa maju kedepan, ia menyampaikan bahwa stres adalah sesuatu yang terjadi ketika kesehatan mental kita terganggu dan mengalami banyak tekanan.
Pada jaman sekarang, masalah utama yang dihadapi oleh generasi muda yaitu Medsos. Penggunaan Medsos yang negatif membuat kita bisa berkemungkinan besar akan mengalami yang namanya stres. Beliau menjelaskan ada beberapa istilah untuk masalah yang membuat stres ini. Yang pertama ada FOMO, yakni takut ketinggalan tren dan mereka yang fomo pasti akan selalu merasa cemas, gelisah dan takut akan ketinggalan berita. Yang kedua adalah Doomscrolling yaitu sebuah kebiasaan scroll hp tanpa ada tujuan dan terus menerus sampai kecanduan, masalahnya konten yang hadirkan berupa konten yang berdurasi pendek dan kebanyak negatif, durasi pendek itulah yang bermasalah kalau boleh kita tahu bahwa konten video pendek berisikan informasi penting yang harus disimpan di otak. Nah kalau video itu sudah banyak sekali, otak tidak akan mampu menyimpannya dan akan cepat lupa. Yang ketiga yaitu Sosial Comparison, yaitu ketika seseorang mengevaluasi diri dengan cara membandingkan kemampuan, pendapat, penampilan, atau prestasi mereka dengan orang lain. Ini merupakan hal yang memicu stres karena merasa tidak tak bisa seperti dengan lingkungan yang ada disini dan akan merasa iri. “Kita harus membandingkan diri sendiri bukan orang lain. Lihat diri kita dan kita harus lebih baik dari yang dulu,” ucap beliau sebagai solusi dari permasalahan tersebut.
Solusi yang beliau sampaikan yaitu untuk menerapkan 10 langkah merawat mental mulai dari kelola stres dengan baik yaitu tahu pemicu stres apa dan cari solusi, cukup tidur minimal 8-7 jam, aktif bergerak melalui olahraga, makan makanan yang bergizi dan seimbang, tetap terhubung dengan orang lain, batasi penggunaan gawai dan media sosial agar tidak ketergantungan, lakukan hobi yang disukai untuk menyegarkan pikiran, praktikkan mindfulness yakti kenali dirisendiri atau kendalikan tubuhmu, berbaik hati pada diri sendiri, dan mencari bantuan profesional untuk mengetahui informasi yang lebih spesifik.
Lalu sosialisasi yang kedua yaitu tentang “Bahaya Narkoba bagi Generasi Muda” yang akan disampaikan oleh Pak Ari dan Pak Satyo dari BNN (Badan Narkotika Nasional).
Pak Satyo menjelaskan bahwa narkoba kepanjangan dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif. Solusi yang beliau sampaikan yaitu menerapkan 7 kebiasaan anak sehat. Yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, tidur cepat, dan bermasyarakat. Beliau juga menyampaikan cara menghindari narkoba yaitu melalui 3B, yakni berani tolak, berani rehab, dan berani melapor.
Sosialisasi yang ketiga didatangkan oleh Pak Karomil yang mengajarkan peserta tentang apa itu PBB. Kepanjangannya sendiri yaitu Peraturan Baris Berbaris yang merupakan Bentuk latihan fisik untuk meningkatkan ketangkasan dan membangun kebiasaan disiplin. Beliau menyampaikan 2 materi, yang pertama tentang Aba – aba sikap Sempurna. Dalam sikap sempurna ada 3 Aba-aba Yaitu Aba-aba petunjuk, Aba-aba Peringatan, dan Aba-aba Pelaksanaan. Yang kedua tentang Macam – macam sikap Istirahat, ada 3 Macam sikap yaitu Sikap Biasa dengan tangan berada tepat di sabuk, biasanya digunakan di acara upacara biasa. Sikap Parede dengan tangan yang sedikit diangkat dan dada dibusungkan, biasanya digunakan untuk acara-acara besar seperti memperingati hari kemerdekaan 17 Agustus. Dan yang terakhir Sikap Perhatian dengan tangan sedikit diangkat, dada di busungkan, dan pandangan mata dan kepala diarahkan langsung kepada orang yang sedang berbicara, biasanya digunakan ketika pembina upacara sedang memberikan amanat atau pengumuman penting.
Kegiatan sosialisasi selesai pada saat Magrib (18:00), semua peserta LDK langsung berkumpul di Masjid untuk melaksanakan sholat Maghrib. Setelah sholat berjamaah, ada kegiatan sosialisasi materi tentang tokoh Islam yang bisa kita jadikan sebagai teladan dalam kehidupan kita yang akan disampaikan oleh Pak Gandi. Yang pasti yang bisa kita contoh yaitu Nabi Muhammad saw. Sifat karakter beliau sangat amat mulai, memiliki sifat Sidiq (Jujur), Amanah (Dapat dipercaya), Tabligh (Menyampaikan), dan Fathonah (Cerdas atau pintar). Tapi yang menjadi pembahasan disini adalah pemimpin wilayah hingga di Temanggung. Yaitu Sultan Agung Hanyokrokusumo yang merupakan raja ketiga dari kerajaan Mataram Islam. Ia memiliki keturunan yang bernama Mangku Negara I, dimana keturunannya itu menuliskan sebuah buku yaitu Serat Kawigyane wong Agung, menjelaskan tentang sepuluh pepeling yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin guna mencapai tujuan.
Setelah itu para peserta LDK diarahkan ke halaman utama untuk makan malam bersama. Yang kemudian dilanjut dengan penyampaian materi pada setiap organisasi di ruangan masing-masing. Para senior yang telah lulus juga turut serta hadir dalam penyampaian materi sebagai narasumber. Mereka berbagi macam arahan, saran, dan masukan yang dihaturkan kepada para peserta. Mereka juga menjelaskan bagaimana cara menjadi anggota organisasi yang bertanggung jawab, bagaimana cara sebuah tim dapat mencapai visi dan tujuan yang benar, langkah-langkah pengambilan keputusan, serta dalam hal apa setiap anggota harus mulai menyiapkan diri untuk menjalankan sebuah amanah dengan konsisten.
Beranjak ke kegiatan yang ditunggu-tunggu, seluruh peserta berkumpul kembali di halaman utama. Mereka duduk rapi bersama masing-masing timnya di setiap sudut lapangan hingga membentuk Leter U. Yakni Pentas Seni oleh masing-masing organisasi. Sambutan meriah hadir di atas mimbar oleh pembawa acara, suasana semakin antusias ketika lapangan dipenuhi oleh sorakan para peserta dengan tepuk tangan yang menggema di halaman utama. Setiap organisasi bergiliran untuk menampilkan pentas seni mereka di depan para peserta. Mulai dari drama berdirinya palang merah, variasi baris-berbaris oleh Pastonti, dance yang tak kalah heboh, hingga fashion show yang mengambil tema dari negara timur tengah. Tak sampai disitu, vidio kenangan dan pengalaman organisasi dari periode sebelumnya diputar melalui layar proyektor. Potongan-potongan vidio dokumentasi di balik persiapan acara memenuhi tampilan layar, berbagai canda tawa dari pengurus organisasi tersorot melalui sudut kamera. Para peserta saling bertukar tawa kala melihat macam-macam cuplikan, dan rasa sedih kadang terselip ketika kelelahan dan kerja keras para pengurus organisasi ditampilkan di layar.
Usai kegiatan tersebut para peserta kembali ke kamar yang telah dibagikan pada setiap sangga untuk beristirahat. Hingga memasuki tengah malam, acara yang penuh tantangan dan keberanian hadir di hadapan mereka, yakni Jurit Malam. Dibangunkan oleh para panitia, instruksi ditujukan untuk menutup mata dengan slayer hitam. Setiap peserta memegang pundak temannya yang di depan sesuai sangga, mereka berjalan pelan dengan diarahkan oleh panitia pada barisan paling depan. Tak disangka, suara tawa wanita menyaring menyambut mereka, disusul oleh tembang jawa yang terdengar lirih dengan tangan-tangan asing menahan langkah yang ingin maju, teriak lantang spontan keluar dari mulut para peserta, hingga saat penutup mata dibuka, mereka dikejutkan oleh sosok-sosok dengan rupa yang membuat mata mereka terpejam erat.
Di hari selanjutnya, sholat subuh berjamaah dilaksanakan di masjid Al-Ikhlas MAN Temanggung, dilanjutkan dengan sarapan pagi dan senam bersama. Hingga memasuki acara inti yaitu wide game yang tak kalah seru dan penuh petualangan. Baju seragaman mereka pakai sesuai organisasi dilengkapi dengan rompi dari karung dan topi yang terbuat dari ceting. Sebelum memasuki rangkaian acara, setiap sangga diwajibkan menjawab pertanyaan dari panitia secara berebut untuk dapat berangkat melaksanakan wide game. Mereka berjalan menuju beberapa pos yang harus mereka selesaikan dengan tanda putih di jalan. Pos pertama diisi dengan permainan kain bola air, dimana para tim harus bejalan selama sepuluh detik dengan memegang setiap sisi kain yang dibentangkan dan di tengahnya terdapat cup berisi air dan bola. Pos selanjutnya yaitu menentukan arah jalan labirin di kertas, PBB dan memakan kencur, menyusun pazel berbentuk logo organisasi, dilanjutkan dengan meminum air yang dicampur dengan berbagai bahan secara bergiliran setiap tim, lalu membaca tahlil di tempat pemakaman umum, hingga sampai di pos terakhir yaitu di dalam aliran sungai kecil di tengah sawah. Para peserta berjalan di dasar air yang tercampur batu kecil dan pasir, disana mereka harus menyelesaikan tantangan untuk memakan gizi gratis dengan kain yang menutup mata, mencari koin di dalam air dan push up satu set.
Memasuki rangkaian acara yang terakhir, para peserta berbaris rapi mengikuti apel penutup yang dipimpin oleh Waka kesiswaan, Pak Ja’far Shodiq S.Pd.I. M.Pd. Dalam mimbar beliau paparkan suasana acara kegiatan ini dan menekankan sebuah pelajaran yang dapat diambil dari pelatihan yang telah diikuti oleh seluruh peserta dengan tertib.
“Menjadi seorang pemimpin itu bukan hanya menjadi orang yang benar, tetapi menjadi orang yang dapat memberikan manfaat bagi tim dan orang lain,” tuturnya dalam akhir penutupan. Beliau berharap bahwa seorang yang menjadi pemimpin hendaknya bisa menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan bermanfaat bagi seluruh pengikutnya.
Kemudian dilanjut dengan pelepasan name tag kepada ketua OSIS periode baru dan diikuti oleh seluruh peserta secara simbolik, lalu dibagikan sebuah pin dengan logo LDK yang disematkan di dada kanan. Melalui seluruh rangkaian acara ini, para peserta yang menjadi pengurus organisasi periode baru diharapkan dapat membentuk generasi pemimpin yang berkarakter, berintegritas, dan visioner guna mencapai sebuah visi dan tujuan masing-masing organisasi yang dapat memberikan manfaat bagi banyak orang serta diharapkan tumbuhnya rasa solidaritas, kekeluargaan, dan kemampuan berkoordinasi yang baik antar-pengurus, sekaligus mencetak pengurus yang memiliki jiwa kepemimpinan yang tangguh, disiplin, serta rasa tanggung jawab tinggi dalam menjalankan tugas organisasi.