KULINTANG—MAN Temanggung
Man Temanggung mengadakan acara Spiritual and Character Building yang bertempatan di gedung serbaguna Man Temanggung dan diikuti oleh seluruh siswa. Kegiatan yang mengangkat tema “Meneladani akhlak Rosulullah, ditengah arus informasi dan teknologi” ini dilakukan pada hari Jumat [11/09/2026].
Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan, hymne madrasah, dan mars madrasah yang dipimpin oleh dirijen dan dinyanyikan oleh seluruh siswa. Selanjutnya, terdapat pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Nuriyana Aqila, selaku perwakilan dari Majlis Ta’lim Nahdhatut Thulab Man Temanggung.
Mengawali rangkaian kegiatan, ketua Majlis Ta’lim Nahdhatut Thulab yaitu Fatkhur Rizza, menyampaikan sambutan kepada seluruh siswa. Lalu dilanjutkan oleh Waka kesiswaan, Ja’far Shadiq, S.Pd.I, M.Pd.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa terdapat tiga golongan yang tidak akan dapat melihat wajah Rosulullah Saw kelak, yakni durhaka kepada orang tua, meninggalkan sunnah, dan enggan bersholawat.
Pemaparan tersebut menjadi pengingat bagi peserta didik, bahwa perkembangan zaman sebaiknya tidak membuat seseorang melupakan nilai-nilai Islam.
“Orang yang saat mendengar nama nabi disebut tapi ia enggan bersholawat, maka kelak dia tidak akan melihat wajah baginda nabi Muhammad Saw,” ujar beliau.
Sementara itu, sebelum memasuki acara inti lantunan sholawat dilantunkan oleh grub hadrah Al-hasanain dengan suara yang merdu berpadu dengan iringan tabuhan hadrah yang terdengar harmonis. Suasana semakin khidmat ketika seluruh siswa mengikuti lantunannya dengan semangat.
Sembari menunggu kehadiran narasumber, kuis berhadiah voucher jajan di koperasi madrasah ditujukan kepada para siswa oleh MC. Semangat para siswa terlihat ketika mereka berlomba-lomba mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan. Berbagai pertanyaan mulai dari kisah hidup Rosulullah Saw, hingga seputar organisasi di lingkungan madrasah.
Suasana semakin antusias ketika narasumber, Ning Difla Ilfi Chasanah, S.Si. hadir di hadapan para siswa. Kedatangannya menandai rangkaian acara inti yang dinanti-nanti, yakni penyampaian materi tentang keteladanan akhlak Rosulullah dalam menghadapi kemajuan informasi dan teknologi.
Beliau kemudian menyampaikan materi yang berkaitan. Sebuah kalimat singkat beliau aturkan sebelum memasuki pembahasan. “Al-adabu fauqol ilmi: adab lebih tinggi daripada ilmu,” ucapnya.
Ungkapan tersebut menegaskan bahwa akhlak, sopan santun, dan perilaku mulia lebih utama daripada sekedar memiliki ilmu dan kepintaran. Ilmu yang dimiliki seseorang, harus dikendalikan dengan moral yang baik. Tanpa adab, ilmu bisa disalahgunakan untuk kesombongan, keburukan, bahkan bisa merugikan orang lain.
Memahami adab diatas ilmu bukan berarti seseorang boleh bodoh atau tidak belajar. Melainkan proses belajar harus dilandasi dengan etika yang baik kepada guru dan sesama teman.
Terlebih di era modern saat ini, kemajuan teknologi terkadang menjadi salah satu sebab berkurangnya etika seorang pelajar. Maka dengan dituntunnya siswa untuk mengembangkan akhlakul karimah, ilmu yang dimiliki tidak hanya menjadi angka di atas raport, tetapi menjadi amal yang menghadirkan sebuah keberkahan.
Tiba di penghujung acara, beliau menekankan bahwa adab adalah cerminan utama dari akhlak, etika, tata krama mulia yang menjadi bekal utama untuk menentukan kesuksesan.
“Sepintar apapun kalian jika tidak memiliki adab, maka kalian tidak akan menemukan cemerlangnya masa depan,” tutur beliau.
Tema yang diangkat menjadi semakin relevan dengan kehidupan siswa saat ini. Kemajuan teknologi membantu memudahkan siswa dalam mencari informasi di internet dan media digital, tetapi tetap membutuhkan tanggung jawab dalam menggunakannya. Oleh karena itu, keteladanan akhlak Rasulullah Saw, dapat menjadi pedoman bagi siswa-siswi untuk menggunakan teknologi dengan bijak.
Melalui acara ini, diharapkan peserta didik dapat memahami dan mengamalkan pentingnya akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari, khusunya dalam menanggapi pesatnya kemajuan informasi dan teknologi.