KULINTANG— MAN Temanggung
Kali ini, Perpustakaan Temanggung bersama dengan Kulintang, menggelar acara bulanan, yakni Gibraltar Chinema. Gibraltar Chinema merupakan acara dimana para siswa(I) dapat menonton film bersama di ruang Multimedia, yang terletak di Perpustakaan Gibraltar MAN Temanggung, sepulang sekolah, untuk Gibraltar Chinema kali ini, menayangkan film bertajuk Respati pada pukul 14.50, (13/05/2026)

Film Respati sendiri merupakan film horror misteri produk lokal, yang diproduksi pada tahun 2024, dengan Sidharta Tata sebagai Sutradara. Film Respati sendiri mengangkat kisah dari Novel berjudul sama. Yakni Respati, karya Ragiel J. P.

Film Respati sendiri menceritakan tentang Siswa SMA yang memiliki penyakit insomnia, bernama Respati, ia memiliki penyakit tersebut setelah pengalaman traumatis miliknya, karena ditinggal pergi oleh kedua orangtuanya. Kedua orangtuanya meninggal akibat kena perampokan atau lebih dikenal dengan istilah jambret saat mengendarai mobil dijalan raya.

Kisah Respati pun dimulai saat ia bertemu dengan siswi pindahan dari Jakarta, bernama Wulan yang mengetahui hal-hal gaib dan dapat kerasukan. Bersama dengan Tirta, sahabat Respati, serta Wulan. Tiga serangkai tersebut memulai perjalanan mengenai dunia mimpi. Alam dimana dapat membuat manusia didunia nyata dapat kehilangan nyawa.

Didalam film ini, para penonton akan diajak untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi, dengan banyaknya plot twins, dan juga rasa iba saat melihat para tokoh film yang mulai merelakan orang-orang terkasih mereka yang telah meninggal. Tidak hanya itu, film Respati juga menyajikan aksi yang mendebarkan dan berhasil membuat para penonton, termasuk siswa(I) MAN Temanggung berteriak dengan gemas saat melihat perjuangan para tokoh utama yang berada di film.

Salah satu siswi yang menonton turut mengomentari bahwa ia tidak percaya jika film horror lokal seperti Respati berhasil membuatnya asik dalam menonton.

“Ga nyangka loh, Waktu poling kemarin kan yang dipilih itu Respati, karena voting paling banyak. Kukira film nya bakalan bosenin kayak film horror lokal yang lain, ternyata malah seru. Apa gara gara genre Misteri nya ya?”

Acara Gibraltar Chinema kali ini berakhir dengan sukses, beberapa siswa(I) merasa puas setelah film telah selesai, acara nonton bersama diakhiri dengan beberapa kuis dari divisi Event Kulintang, dengan beberapa pertanyaan seru seperti Moral, Ringkasan cerita, dan lain-lain.

Saya sebagai penulis berharap agar Gibraltar Chinema terakhir kali ditahun ini (sepertinya) bisa menjadi semangat bagi siswa(i) MAN Temanggung yang akan menghadapi ujian kenaikan kelas, dan agar acara Gibraltar Chinema ini sendiri dapat dilaksanakan dengan teratur.