KULINTANG—MAN Temanggung
Guna mempererat tali silaturahmi serta kebersamaan bagi sesama anggota Komunitas, KULINTANG kali ini menggelar acara Halal bi Halal, yang diadakan di Ruang Multimedia, Perpustakaan Gibraltar, MAN Temanggung. Pada (30/03/2026)
Acara ini dihadiri oleh Gen-3 dan Gen-4 serta Kepala Perpustakaan Gibraltar selaku pembina komunitas ini sendiri, tawa hangat dan akrab turut hadir seiring acara Halal bi halal diadakan. Terdapat runtutan acara agar acara berjalan dengan lancar, yakni: 1. Pembukaan, 2. Pembacaan Al-Qur’an, 3. Sambutan-Sambutan, 4. Ice breaking, 5. Mauidhoh Hasanah, 6. Foto bersama, dan yang terakhir yakni Penutup.
Pertama-tama , Pembukaan dimulai pada pukul 13.13 WIB, bersama dengan Aurelia Salma Maulida dan Prevaria Intan Santoso selaku pembawa acara, pembukaan dibuka secara santai namun tetap tertata, suasana kekeluargaan mengalir dengan sendirinya saat acara berlangsung.
Kedua, Pembacaan ayat suci Al-Quran, bersama dengan salah satu anggota komunitas yakni Naila Dzihni Aarifah, peserta acara mendengarkan lantunan suci Al-Quran dengan khusuk dan khidmat.
Kemudian, dilanjutkan dengan Sambutan dari Ketua KULINTANG itu sendiri, ananda Nur Mukaromah, ia berterimakasih kepada seluruh peserta, serta Kepala Perpustakaan Gibraltar, karna dapat meluangkan waktu untuk hadir didalam acara Halal bi halal ini sendiri, ia juga menyatakan pernyataan maaf, jika ada kekurangan serta sesuatu yang tidak mengenakkan didalam acara ini, selain itu, ia juga mengatakan tujuan diadakannya acara Halal bi halal ini sendiri,
“Hari ini,. Kita berkesempatan untuk membuka diri kita untuk bersilaturahmi dan memberi maaf kepada siapapun yang berbuat salah kepada kita semua.”
Dari perkataannya diatas, dapat diketahui jika Halal bi halal bukan hanya tentang tali persaudaraan saja, namun juga kesabaran dan keikhlasan dalam memaafkan perbuatan orang-orang yang berbuat hal tidak mengenakkan terhadap diri kita masing-masing.
Selanjutnya, agar tidak terlalu membosankan, Aurelia Salma Maulida atau lebih akrab dipanggil dengan Kak Aurel memberi waktu untuk melakukan ice breaking, dengan game bernama “Jika-Maka” geme Ice breaking ini sendiri beranggotakan 4 orang, dan satu kelompok akan mendapat hukuman jika perkataan dalam permainan terdengar tidak sinkron dan sambung menyambung.
Pembagian kelompok didapatkan dengan undian, dan terbagi menjadi 4 kelompok. Acara ice breaking dipenuhi oleh gelak tawa dan juga rasa hangat akibat beberapa pernyataan yang terdengar absurd namun juga lucu tersebut.
Dengan perut yang masih terasa penuh oleh rasa hangat, permainan ice breaking diakhiri dengan hukuman untuk salah satu kelompok yang memiliki kalimat paling lucu tersebut.
Selanjutnya yakni acara Mauidhoh Hasanah, bersama dengan Agnes Ariningtyas selaku Kepala Perpustakaan dan Pembina KULINTANG, Beliau berharap selama bulan Ramadan, para murid-muridnya melewati dengan baik dan benar, serta berhasil mengkhatamkan Al-Qur’an selama beberapa kali,
“Semoga ibadah kita selama ibadah Ramadan kali ini diterima dan menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya.”
Beliau menekankan perihal literasi Al-Qur’an, menurut beliau, Al-Qur’an akan terasa membosankan jika hanya dibaca lafadz nya saja. Namun tidak dengan Artinya, beliau juga menekankan jika segala hal yang menimpa kita, mungkin memiliki jawaban dan penenang didalam beberapa arti yang kita baca ayatnya. Serta, Beliau ingin agar kedepannya, para anggota KULINTANG tidak hanya mengkhatamkan Al-Qur’an dari lafadz nya saja, namun juga arti dan isinya.
“Al-Quran itu, akan terasa berat jika kita membacanya dan menghitung beberapa lembar yang kita baca, namun akan terasa ringan jika kita membaca satu ayat, kemudian dilanjutkan dengan artinya. Al-Quran terasa seperti Novel, kita seperti diceritakan lewat hal itu.”
Beliau juga memberi contoh mengenai perbedaan penyebutan dalam kisah Nabi Muhammad berserta Nabi Musa, dapat diringkas jika Allah selalu bersama dengan hambanya yang selalu yakin kepadanya, bahkan disaat saat terakhir hidupnya. Beliau juga menyatakan jika tiada hidup yang tidak terasa susah, semua ada waktunya.
Beliau juga memberi semangat kepada Gen-3 yang telah menyelesaikan ujian akhir didalam Madrasah Aliah tersebut, beliau memberi nasehat jika segala sesuatu yang terjadi kedepannya ialah yang terbaik, dan bahwa selalu ada jalan bagi mereka yang berusaha.
Mauidhoh Hasanah bersama dengan Bu Agnes berhasil membuat beberapa anggota komunitas terbuka matanya, beberapa mulai bersemangat untuk membaca Al-Qur’an berserta artinya, ini merupakan langkah yang lebih baik untuk membangun akhlak para anggota KULINTANG untuk kedepannya, yang mencintai literasi serta memiliki kedalaman attitude dan ilmu agama.
Kemudian, Acara halal bi halal ditutup dengan sesi foto bersama, beberapa anggota berseru riang saat sesi foto bersama. Tidak hanya itu, anggota acara juga turut mendapat makanan untuk dimakan bersama-sama, atau dibawa sebagai bekal untuk pulang kerumah. Acara ini sendiri berakhir pada pukul 14.30 WIB, dan menjadi memory indah bagi Gen-3 dan Gen-4.
Sebagai penulis, saya sendiri berharap agar Gen-3 mendapat yang terbaik berdasarkan usaha mereka masing-masing, saya turut berharap agar hubungan antara Gen-3 dan Gen-4 tetap selalu terjalin walaupun tidak dalam lingkup lingkungan yang sama sekali lagi, dan saha berharap agar Gen-4 dapat menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri yang lain.