Akademi Kesehatan Muhammadiyah Temanggung (AKMT) mengadakan kegiatan bedah buku berjudul “Blue Sky : Filantropi Mencerahkan Hati” sebagai upaya meningkatkan minat baca dan memperluas wawasan tentang nilai-nilai kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. Acara ini merupakan program kerja dari perpustakaan Akademik Kesehatan Muhammadiyah Temanggung (AKMT). Kegiatan tersebut berlangsung di gedung kampus tepatnya di lantai tiga dan diikuti oleh beberapa siswa-siswi SMA/SMK/MA maupun mahasiswa se-kabupaten temanggung pada hari sabtu [07/03/2026].

Kegiatan ini diawali pada pukul 12.30-13.10 dengan proses pendaftaran peserta dan pengondisian acara sebagai tahap awal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan susunan yang telah direncanakan.
Kegiatan tersebut menghadirkan ibu Min Adadiyah M.PH. selaku penulis dan wakil direktur II AKMT, kak Asrul Sanie selaku narasumber atau ketua KSS3G Temanggung, serta kak Evi Asiatul selaku moderator atau mahasiswa AKMT.

Acara kemudian dibuka oleh kak Evi sebagai moderator, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh kak Rehan Afrin, lalu menyanyikan lagu indonesia Raya serta Mars Muhammadiyah yang dipimpin oleh panitia acara. Untuk acara berikutnya sambutan pertama yaitu ibu Erdiana dan dilanjutkan ibu Yuli Undrawati selaku wakil direktur I AKMT.

Peserta juga diajak untuk memahami isi buku yang mengangkat tema filantropi, yaitu sikap sukarela berdasarkan cinta kasih kepada sesama manusia untuk meningkatkan kesejahteraan “kebaikan itu terus berlangsung kalau kita sudah tidak secara sengaja berbuat baik, jadi ibaratnya satu kali melakukan nanti akan tumbuh kebaikan-kebaikan berikutnya” ucap ibu Min Adadiyah selaku penulis buku “Blue Sky : Filantropi Mencerahkian Hati”. Narasumber juga menjelaskan berbagai pesan moral yang terdapat dibuku tersebut, terutama empati, kepedulian, serta semangat untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

Buku tersebut menceritakan Mutia sebagai tokoh utama yang sudah menikah dengan Rendra sang suami memiliki konflik di keluarga Rendra dikarenakan menikah selama 5 tahun dan belum dikaruniai seorang anak yang sering dijadikan kambing hitam di keluarga Rendra. Mutia sendiri membangun sistem mendekatkan pasien dengan dunia kesehatan. Intinya perjuangan pasangan yang sedang berjuang mendapatkan seorang anak. Pasangan ini juga mensukseskan membawakan sistem pelayanan kesehatan. Buku yang masih bersangkut paut dengan Mutia yang berjudul “Senampan Tumpeng Cinta”.

Selain mendengarkan penjelasan tentang isi buku, para peserta juga diajak berdiskusi mengenai pesan yang dapat diambil dari buku tersebut dan bercerita tentang pengalaman pribadi masing-masing. Sesi diskusi ini berlangsung aktif dan banyak yang tertarik menyampaikan pendapat dan pertanyaan. “menulis adalah cara untuk mengikat sebuah ilmu, apapun itu tulislah disitu lalu dikembangkan” ucap ibu Min. Para peserta yang aktif bertanya dan berpendapat mendapatkan hadiah

Kegiatan bedah buku ini tidak hanya menambah wawasan para peserta mengenai dunia literasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dan siswi dapat mengambil pesan dan inspirasi dari isi buku serta menerapkan sikap peduli dan saling bantu dilingkungan sekitar.